ForexWatch

Pantauan Berita Forex dan Trading

IHSG Turun 0,55% ke 8.219, LQ45 Tertekan Jelang RDG BI

IHSG Turun 0,55% ke 8.219, LQ45 Tertekan Jelang RDG BI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di level 8.219,49, turun 0,55% dari penutupan hari sebelumnya pada saat laporan ini ditulis. Indeks dibuka di 8.240 dan perlahan melemah sepanjang satu jam pertama perdagangan hingga menyentuh level terendah harian di 8.170.

Pergerakan ini melanjutkan koreksi pada sesi sebelumnya sekaligus mengakhiri tren kenaikan tiga hari berturut-turut. Minimnya agenda ekonomi domestik menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek turut membuat sentimen pasar cenderung defensif.\

Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah pada sesi pagi. Indeks LQ45 menjadi salah satu yang mengalami penurunan terdalam, melemah 0,77% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Beberapa saham yang membebani indeks antara lain:

  • SMRG (-3,13%)

  • AMMN (-2,89%)

  • NCKL (-1,69%)

Penurunan tersebut sebagian diimbangi oleh penguatan pada:

  • INKP (+1,83%)

  • MAPI (+1,54%)

  • AADI (+1,45%)

  • BUMI (+0,74%)

Sentimen Eksternal dan Agenda Pemerintah

Dari sisi diplomasi, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima delegasi Republik Islam Pakistan di Jakarta pada Kamis lalu. Pertemuan tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis kedua negara.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menyatakan bahwa kunjungan Presiden Indonesia ke Pakistan sebelumnya menjadi titik balik signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara. Ia juga menyampaikan harapan kerja sama dalam KTT mendatang serta penguatan organisasi D8 (Developing Eight).

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 menyampaikan optimisme pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4%. Pemerintah disebut mengedepankan transformasi ekonomi melalui pendekatan “Sumitronomics” yang berfokus pada pertumbuhan, pemerataan pendapatan, dan stabilitas sosial politik.

Investor Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Agenda penting berikutnya bagi pasar adalah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dimulai Rabu pekan depan, dengan keputusan suku bunga dijadwalkan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan tidak adanya rilis data ekonomi domestik hari ini, pergerakan pasar cenderung dipengaruhi oleh sentimen investor dan perkembangan eksternal.

Pasar Obligasi dan Komoditas

Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun berada di 6,409%, relatif stabil setelah turun 0,42% pada sesi sebelumnya. Yield melanjutkan koreksi dari level tertinggi 2026 di 6,464% yang tercapai pada 9 Februari.

Di pasar komoditas, harga emas Antam 1 gram tercatat Rp2.904.000 di situs Logam Mulia, turun Rp43.000 dari hari sebelumnya. Penurunan tersebut mengikuti pelemahan harga emas global (XAU/USD) sebesar 3,20% yang ditutup di $4.921 per troy ons seiring penguatan Dolar AS.

Pada sesi Asia Jumat, XAU/USD mencoba rebound mendekati level $5.000.

Pelaku pasar emas kini menantikan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS Januari pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB). Data ini diperkirakan menjadi katalis jangka pendek harga emas sekaligus memberi petunjuk arah kebijakan Federal Reserve, menyusul data tenaga kerja AS yang kuat sebelumnya.

Analisis Teknikal IHSG

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bullish jangka panjang karena bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari.

Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 42,10, menunjukkan momentum masih bearish karena berada di bawah level netral 50 sejak akhir bulan lalu.

Level Teknis Penting

Resistance:

  • 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026)

  • 8.980,23 (penutupan 27 Januari 2026)

  • 9.000 (level psikologis)

Support:

  • 7.869,97 (SMA 200-hari)

  • 7.712,34 (terendah 3 Februari 2026)

  • 7.481,98 (terendah 2026 pada 29 Januari)

Jika IHSG mampu bertahan di atas SMA 200-hari dan melanjutkan pemantulan, area resistance tersebut menjadi target berikutnya. Sebaliknya, penembusan di bawah support dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *